NAMA :
RAHMAD IQBAL
JURUSAN : AKUNTANSI IV A
TINJAUAN MENYELURUH PROSES BISNIS
Latar Belakang
Sistem adalah satu kesatuan komponen yang saling terhubung
dengan batasan yang jelas bekerja bersama-sama untuk mencapai seperangkat
tujuan. Sistem informasi adalah kombinasi dari people, hardware, software,
jaringan komunikasi, sumber-sumber data, prosedur dan kebijakan yang
terorganisasi dengan baik yang dapat menyimpan, mengadakan lagi, menyimpan, dan
menyebarluaskan informasi dalam suatu organisasi. Orang bergantung pada sistem
informasi untuk berkomunikasi antara satu sama lain dengan menggunakan berbagai
jenis alat fisik (hardware), perintah dan prosedur pemrosesan informasi
(software), saluran komunikasi (jaringan) dan data yang disimpan (sumber daya
data). Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, sistem
informasi memberikan peran yang sangat penting dalam dunia bisnis sehingga
seringkali orang menggunakan keunggulan sistem informasi yang ia gunakan
sebagai kunci strategi bisnis.
A.
Sistem informasi manajemen
Sistem
informasi manajemen (manajement information system) merupakan penerapan sistem
informasi di dalam organisasi untuk mendukung informasi-informasi yang
dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen.
SIM (sistem informasi manajemen)
dapat didefenisikan sebagai kumpulan dari interaksi sistem-sistem informasi
yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mengolah data untuk menyediakan
informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen di dalam kegiatan
perencanaan dan pengendalian.
Secara teoritis, computer tidak
selalu harus digunakan dalam system informasi manajemen, namun kenyataannya
tidaklah mungkin system informasi yang kompleks dapat berfungsi tanpa
melibatkan computer. Gordon B. Davis menegaskan bahwa system informasi
manajemen selalu berhubungan dengan pengolahan informasi yang berbasis
computer.
SIM merupakan kumpulan dari
system-sistem informasi yang terdiri dari sebagai berikut :
1.
Sistem
informasi akuntansi (accounting information system)
2.
Sistem
informasi pemasaran (marketing information system)
3.
Sistem
informasi manajemen persediaan (inventory management information system).
4.
Sistem
informasi personalia (personnel information systems)
5.
Sistem
informasi distribusi (distribution information systems)
6.
Sistem
informasi pembelian (purchasing information systems)
7.
Sistem
informasi kekayaan (treasury information systems)
8.
Sistem
informasi analisis kredit (credit analiysis information systems)
9.
Sistem
informasi penelitian dan pengembangan (research and development information
systems)
10. Sistem informasi teknik (engineering
information systems)
Semua sistem-sistem informasi
tersebut dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada semua tingkatan
manajemen, yaitu manajemen tingkat bawah(lower level management), managemen
tingkat menengah (middle level management) dan manajemen tingkat atas (top
level management). Top level management dengan executive management dapat
terdiri dari direktur utama(president), direktur (vise-president) dan eksekutif
lainnya di fungsi-fungsi pemasaran, pembelian, teknik, produksi, keuangan dan
akuntansi.
Sedangkan middle level management
dapat terdiri dari manajer-manajer devisi dan manajer-manajer cabang. Lower
level management disebut dengan operating management dapat meliputi mandor dan
pengawas. Top level managementdisebut juga dengan strategic level, middle level
management dengan tactical level dan lower management dengan tehcnical level.
a. Penerapan
Sistem Informasi Manajemen dalam Perusahaan
Semua kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan memerlukan informasi.
Demikian pula sebaliknya, semua kegiatan menghasilkan informasi, baik yang
berguna bagi perusahaan yang melaksanakan kegiatan tersebut maupun bagi
perusahaan lain diluar perusahaan yang bersangkutan, oleh sebab informasi berguna
untuk semua macam dan bentuk kegiatan dalam perusahaan. Apabila sistem
informasi manajemen dirancang dan dilaksanakan dengan baik, maka akan banyak
manfaat yang bisa diperoleh manajemen perusahaan, yaitu mempermudah manajemen
dan membantu serta menunjang proses pengambilan keputusan manajemen. Karena
sistem informasi manajemen menyediakan informasi bagai manajemen perusahaan
dimana sistem informasi manajemen tersebut dilaksanakan.
Beberapa contoh penerapan Sistem
Informasi Manajemen
1.
Enterprise
Resource Planning (ERP)
Sistem ERP ini biasanya digunakan
oleh sejumlah perusahaan besar dalam mengelola manajemen dan melakukan
pengawasan yang saling terintegrasi terhadap unit bidang kerja Keuangan,
Accounting, Sumber Daya Manusia,Pemasaran, Operasional, dan Pengelolaan
Persediaan.
2.
Supply
Chain Management (SCM)
Sistem SCM ini sangaat bermanfaat
bagi pihak manajemen dimana data data yang disajikan terintegrasi mengenai
manajemen suplai bahan baku, mulai dari pemasok, produsen, pengecer hingga
konsumen akhir.
3.
Transaction
Processing System (TPS)
TPS ini berguna untuk proses data
dalam jumlah yang besar dengan transaksi bisnis yang rutin. Program ini biasa
diaplikasikan untuk manajemen gaji dan inventaris. Contohnya adalah aplikasi
yang digunakan untuk Bantuan Keuangan Desa Pemprov Jawa Timur.
4.
Office
Automation System (OAS)
Sistem aplikasi ini berguna untuk
melancarkan komunikasi antar departemen dalam suatu perusahaan dengan cara
mengintegrasikan server-server komputer pada setiap user di perusahaan.
Contohnya adalah email.
5.
Knowledge
Work System (KWS)
Sistem informasi KWS ini
mengintegrasikan satu pengetahuan baru ke dalam organisasi. Dengan ini,
diharapkan para tenaga ahli dapat menerapkannya dalam pekerjaan mereka.
6.
Informatic
Management System (IMS)
IMS berfungsi untuk mendukung
spektrum tugas-tugas dalam organisasi, yang juga dapat digunakan untuk membantu
menganalisa pembuatan keputusan. Sistem ini juga dapat menyatukan beberapa
fungsi informasi dengan program komputerisasi, seperti e-procurement.
7.
Decision
Support System (DSS)
Sistem ini membantu para manajer
dalam mengambil keputusan dengan cara mengamati lingkungan dalam perusahaan.
Contohnya, Link Elektronik di sekolah Tunas Bangsa, yang mengamati jumlah
pendapatan atau pendaftaran siswa baru setiap tahun.
8.
Expert
System (ES) dan Artificial Intelligent (A.I.)
Sistem ini pada dasarnya menggunakan
kecerdasan buatan untuk menganalisa pemecahan masalah dengan menggunakan
pengetahuan tenaga ahli yang telah diprogram ke dalamnya. Contohnya, sistem
jadwal mekanik.
9.
Executive
Support System (ESS)
Sistem ini membantu manajer dalam
berinteraksi dengan lingkungan perusahaan dengan berpegang pada grafik dan
pendukung komunikasi lainnya.
Peran Sistem Informasi Manajemen Dalam Sebuah Perusahaan
1.
Mendukung
Operasi Bisnis
Sistem Informasi Manajemen
menyediakan dukungan bagi manajemen dalam operasi/kegiatan bisnis sehari-hari.
Ketika tanggapan/respon yang cepat menjadi penting, maka kemampuan Sistem
Informasi untuk dapat mengumpulkan dan mengintegrasikan informasi keberbagai fungsi
bisnis menjadi kritis/penting.
2.
Mendukung
Pengambilan Keputusan Managerial
Sistem Informasi Manajemen dapat
mengkombinasikan informasi untuk membantu manager menjalankan menjalankan
bisnis dengan lebih baik, informasi yang sama dapat membantu para manajer
mengidentifikasikan kecenderungan dan untuk mengevaluasi hasil dari keputusan
sebelumnya. Sistem Informasi akan membantu para manajer membuat keputusan yang
lebih baik, lebih cepat, dan lebih bermakna.
3.
Mendukung
Keunggulan Strategis
Sistem informasi yang dirancang untuk
membantu pencapaian sasaran strategis perusahaan dapat men-ciptakan keunggulan
bersaing di pasar. Penjelasan lebih mendalam mengenai fungsi utama sistem
informasi dalam suatu organisasi akan dijelaskan pada bagian klasifikasi sistem
informasi di bawah ini:
Berikut adalah beberapa jenis laporan manajerial
1.
Laporan
manajerial
Suatu
organisasi harus dapat meyediakan informasi operasional terici tentang kinerja
organisasi. Baik ukuran keuangan tradisional maupun data operasional sering
kali dibutuhkan untuk melakukan evaluasi kinerja dengan tepat dan lengkap.
Sebagian besar dokumen sumber
mencatat baik data keuangan maupun operasional dari transaksi bisnis. Kuncinya
adalah mendesain SIA agar kedua jenis data tersebut disimpan sedemikian rupa
sehingga dapat memfasilitasi integrasi keduanya dalam laporan.
Akuntan
perusahaan juga harus mengetahui cara mengatur kembali data dari hasil internal
yang telah ada sebelumnya dan menyajikannya sedemikian rupa sehingga membuka
pandangan baru atas hasil-hasil operasi perusahaan.
2.
Laporan
Anggaran dan Kinerja
Anggaran
adalah ungkapan formal tujuan dalam istilah keuangan. Salah satu jenis yang
paling umum dan penting dari anggaran adalah anggaran kas. Anggaran kas
memperlihatkan perkiraan arus kas masuk dan keluar. Informasi ini penting untuk
perusahaan kecil, karena anggaran kas dapat memberikan peringatan dini adanya
masalah dalam arus kas pada saat yang tepat, hingga memungkinkan diambilnya
tindakan korektif.
Anggaran
adalah alat perencanaan keuangan. Sebaliknya, laporan kinerja digunakan untuk
pengendalian keuangan. Laporan kinerja merinci anggaran dan jumlah sebenarnya
pendapatan dan pengeluaran, serta menunjukkan pula penyimpangan atau perbedaan
diantara kedua jumlah tersebut. Apabila laporan kinerja menunjukkan bahwa
kinerja yang actual sesuai atau hampir sesuai dengan jumlah yang dianggarkan,
manajer dapat berasumsi bahwa situasi dapat dikendalikan dan tidak perlu
mengambil tindakan tertentu.
3.
Implikasi
perilaku dari laporan manajerial
Anggaran
seringkali dapat menimbulakan perilaku disfungsional. Sebagai contoh, apabila
suatu anggaran tidak memperhitungkan semua dana yang dibutuhkan untuk membeli
perlengkapan yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan kinerja, maka manajer akan
mencoba untuk menyewa perlengkapan tersebut. Tetapi, proses penganggaran itu
sendiri dapat menjadi disfungsional. Manajemen dapat mencurahkan berbagai usaha
untuk “menekan angka”, yaitu mencoba membuat angka-angka dalam anggaran menjadi
seperti yang mereka inginkan, bukan memusatkan perhatian tentang cara untuk
mencapai misi dan tujuan organisasi.
Pertimbangan-Pertimbangan Pengendalian Internal
1.
Memastikan
bahwa informasi yang dihasilakan oleh system dapat diandalkan.
2.
Memastikan
bahwa aktiviatas bisnis dilaksanakan dengan efisien dan sesaui dengan tujuan
manajemen, serta tidak melanggar kebijakan pemerintah yang berlaku.
3.
Menjaga
asset-aset organisasi, termasuk data.
B.
Proses Bisnis
Definisi
Proses adalah sekumpulan tindakan mulai dari masukan, kemudian menambahkan
nilai untuk mendapatkan keluaran yang diinginkan. Ada awal, ada akhir, serta
masukan dan keluaran didefinisikan dengan jelas. Definisi Bisnis adalah untuk
menciptakan hasil yang memiliki nilai (value) untuk seseorang konsumen) yang
membutuhkan hasil tersebut.
Proses
Bisnis merupakan sekumpulan tugas atau aktivitas untuk mencapai tujuan yang
diselesaikan baik secara berurut atau paralel, oleh manusia atau sistem, baik
di luar atau di dalam organisasi.
Proses Bisnis merupakan serangkaian
aktivitas dan tugas yang saling terkait, terkoordinasi, dan terstruktur yang
dilakukan oleh orang, komputer atau mesin untuk membantu mencapai tujuan.
Beberapa proses bisnis
1.
Proses
manajemen, yakni proses yang mengendalikan operasional dari sebuah sistem.
Contohnya semisal Manajemen Strategis
2.
Proses
operasional, yakni proses yang meliputi bisnis inti dan menciptakan aliran
nilai utama. Contohnya semisal proses pembelian, manufaktur, pengiklanan dan
pemasaran, dan penjualan.
3.
Proses
pendukung, yang mendukung proses inti. Contohnya semisal akunting, rekruitmen,
pusat bantuan.
Siklus pemrosesan data terdiri dari
empat langkah, yaitu: input data, penyimpanan data, pemrosesan data, dan ouput
informasi. Pemicu input data biasanya adalah pelaksanaan beberapa aktivitas
bisnis.
1.
Input
data
Sebagian besar data tentang aktivitas
bisnis langsung dicatat oleh komputer melalui tampilan untuk entry data.
Dokumen sumber yyang didesain dengan baik dan tampilan untuk entry data akan
memperbaiki oengendalian dan ketepatan pencatatan data aktivitas bisnis.
2.
Pemrosesan
data
Saat data
tentang aktivitas bisnis sudah dikumpulkan, langkah berikutnya biasanya
melibatkan proses pembaruan informasi yang sudah disimpan sebelumnya tentang
sumber daya yang dipengaruhi oleh kegiatan tersebut dan para pelaku yang
terlibat di dalam aktivitas tersebut.
3.
Penyimpanan
data
Sebagian besar buku teks dan file
peruahaan diatur agar bisa ditelusuri dengan mudah.
4.
Output
data
C.
Control dalam proses bisnis
Kontroler
dalam perusahaan kecil memainkan paling tidak empat peran berbeda. Peran pertama dapat digambarkan sebagai
teknisi. Di dalam peran ini, kontroler bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan
memproses data yang dibutuhkan untuk mempersiapkan laporan keuangan dan
berbagai macam laporan manajerial.
Akan
tetapi, tidak cukup hanya membuat laporan saja. Kontroler harus memahami dengan
baik isu-isu bisnis di balik angka¬-angka tersebut untuk membantu manajemen
menginterpretasikannya dengan tepat. Kontroler juga harus bekerja dengan
berbagai manajer untuk mengetahui informasi yang mereka perlukan untuk bekerja
secara cfektif, dan kemudian membuat alat untuk menyediakan informasi tersebut.
Peran
kontroler yang kedua adalah
bertindak sebagai “polisi perusahaan.” Hal ini bertalian dengan kepastian bahwa
perusahaan mengikuti peraturan yang masih berlaku dan bahwa semua aset,
termasuk data, dijaga dengan baik. Ini juga mencakup pembuatan prosedur untuk
memastikan bahwa aktivitas bisnis dilaksanakan dengan tepat dan efisien dan
bahwa data semua aktivitas dicatat secara akurat.
Peran yang ketiga yang dimainkan oleh kontroler di
perusahaan kecil adalah sebagai booster dan trainer. Hal ini berarti membantu
manajer dan staf untuk memahami bagaimana tugas individual mereka mengacu pada
keseluruhan sasaran dan tujuan perusahaan. Hal ini juga mencakup pengawasan
cross training yang memadai bagi staf agar jika ada pegawai yang absen, karena
liburan atau sakit, bisnis dapat tetap menjalankan fungsinya dengan baik.
Hal ini
bahkan dapat mencakup penyediaan nasihat bagi pegawai yang masih muda mengenai
pengembangan karir, misalnya mendorong mereka untuk melanjutkan kuliah untuk
pelatihan lebih lanjut Bahkan, diperusahaan kecil, kontroler dapat dilibatkan
dalam pemberian konsultasi bagi pegawai, sedangkan di perusahaan bcsar, tugas
tersebut adalah tanggung jawab departemen sumber daya manusia.
Peran keempat yang dimainkan oleh kontroler
di perusahaan kecil adalah sebagai ahli teknologi dan akuntansi. Kontroler
harus mengikuti perkembangan teknologi dan akuntansi dan mengetahui pengaruhnya
terhadap operasional bisnis dan tanggung jawab pegawai. Mengembangkan dan
mempertahankan jaringan kerja prihadi yang baik, penting untuk memenuhi peran
ini karena tidak satupun individu yang dapat seorang diri mengikuti seluruh
perubahan akuntansi dan teknologi setiap talun.
D. Menghindari karyawan yang disfungsi dalam proses bisnis
Dalam banyak hal, untuk menerbangkan
pesawat dengan aman, Anda memerlukan konsentrasi atas tujuan Anda, bukan pada
panel instrumen pesawat. Kunci dalam menjalankan usaha secara efektif juga
hampir sama, yaitu memusatkan perhatian untuk mencapai tujuan organisasi, bukan
pada proses anggarannya. Akan tetapi, hal ini bukan berarti penganggaran tidak
memiliki nilai. Seperti panel instrumen pesawat yang akan memberitahukan pilot
atas kemungkinan timbulnya masalah, anggaran memberi tanda peringatan atas
kinerja organisasi. Akan tetapi, kunci keberhasilan menerbangkan pesawat atau
menjalankan usaha, bukanlah meng¬habiskan banyak waktu untuk mempelajari panel
instrumen atau anggaran.
Akuntan dapat memper¬gunakan lima
proses anggaran berikut ini untuk membantu manajer membangun pandangan yang
tetap atas anggaran.
Pertama,
jelaskan bahwa tujuan anggaran adalah, untuk identifikasi dan menentukan sumber
daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi. Selanjutnya, tekankan
bahwa tujuannya bukan hanya untuk mencapai tujuan organisasi, tetapi juga untuk
melakukannya seefisien mungkin.
Kedua,
mulailah proses anggaran dengan mengidentifikasi tujuan-tujuan yang dapat
diukur. Para manajer dari tiap departemen perlu menetapkan tujuan unit mereka,
dan bagaimana mereka menghubungkan tujuan tersebut dengan tujuan keseluruhan
organisasi.
Ketiga,
mintalah setiap manajer untuk mem¬bangun beberapa strategi alternatif untuk
mencapai tujuan tersebut. Pada tahap ini, tidak ada data tentang biaya yang
dilibatkan. Sebagai gantinya, perhatian harus dipusatkan hanya pada usaha
mengidentifikasi metode-metode alternatif untuk mencapai tujuan.
Keempat,
departemen akuntansi, bukan para manajer departemen, adalah pihak yang
seharusnya menentukan biaya dari tiap alternatif strategi. Hal ini akan menjaga
tiap manajer untuk tetap fokus pada cara bagaimana tujuan dan strategi mereka
tersebut dapat berhubungan dengan tujuan dan strategi organisasi, bukan
melakukan permainan untuk membuat angka anggaran menjadi “benar”.
Kelima, para
manajer departemen harus meninjau kembali angka-angka dalam anggaran yang
dipersiapkan oleh departemen akuntansi. Setiap manajer harus didorong untuk
membuat strategi alternatif yang dapat lebih efisien meraih tujuan tiap unit.
Jika terjadi perubahan, maka harus dikembalikan ke departemen akuntansi agar
dapat ditentukan biayanya. Langkah keempat dan kelima dilakukan, berulang-ulang
hingga para manajer puas dengan anggarannya.
Kunci datam proses ini adalah
pembagian tanggungjawab antara departemen akuntansi dengan para manajer unit.
Manajer memusatkan perhatian pada penetapan tujuan dan pengembangan strategi
untuk memenuhi tujuan tersebut; akuntan mengerjakan penekanan angka untuk
menerjemahkan tujuan dan strategi ke dalam anggaran. Hasilnya adalah para
manajer memusatkan perhatian mereka untuk menjalankan organisasi, bukan pada
anggaran







0 komentar:
Posting Komentar